12 Januari 2012

lost my money (again)

akhir-akhir ini sepertinya postingan saya memiliki aura negatif. bukan,,,bukan karena saya tidak mempunyai kejadian menyenangkan dalam hidup saya. Ada banyaaaakkkk sekali. Tapi entah mengapa saya agak susah mengungkapkannya. Kejadian yang menyedihkan menurut saya lebih mudah ditulis. Hal ini dikarenakan menulisnya akan membuat saya menjadi lebih lega. Meskipun ini adalah random word. Kata-kata yang keluar akan membuat saya lebih nyaman. Semacam refleksi dir. Karena tujuan saya menulis adalah membacanya lagi dan menemukan solusi atau semangat baru dari masalah hidup.

Yup, saat ini saya akan menulis tentang pengalaman saya kehilangan uang di Kampus FEB lagi. Kenapa lagi? Karena sebelumnya saya telah kehilangan uang tabungan di kelas. Saya selalu menyimpan uang di dalam dompet tertentu, dan hari itu saya berniat ingin memasukkannya ke tabungan. Tapi dompet itu ketinggalan di kelas. Alhasil uang di dalam dompet itu hilang. Uang sebesar 1,7juta lenyap begitu saja. Saat itu bisa dikatakan saya mencurigai office boy di kampus. Tapi apa daya, tidak ada bukti yang bisa dijadikan alasan. Sejak saat itu saya selalu bersikap sinis terhadap para office boy di kampus karena saya BENCI dengan orang yang telah mengambil uang tersebut.

Dan kejadian selanjutnya adalah kemarin Rabu, 11 Januari. Saya merasa telah memasukkan dompet ke dalam tas, tetapi setelah sampai di kampus Saya tidak bisa menemukannya. Saya berpikir positif bahwa dompet saya ketinggalan di rumah. Saya mencarinya dengan keras di kamar, rumah, dan mobil. Tapi hasilnya nihil. Dan keesokan harinya, setelah selesai metopen saya mendapatkan amplop putih berisi seluruh kartu dan tanda pengenal yang berada di dompet. Ya, dompet dan uang saya hilang dan sang pencuri itu sangat baik hati karena mengembalikan kartu-kartu saya.

Saya sangat shock. Karena bisa dikatakan saya tidak merasa kehilangan dompet. Apa dompet saya terjatuh? Atau ada yang mengambilnya? Teman-teman berspekulasi bahwa orang itu mengenal saya karena ia mengembalikan ke tempat saya ujian. Siapa yang tahu saya ujian di ruangan apa? Saya tidak ingin berprasangka buruk. Hanya saja, hal ini membuat saya semakin berhati-hati. Menyadari bahwa tidak semua orang itu baik. Bahwa saya harus semakin berhati-hati dengan uang daya. Total uang saya yang hilang di kampus adalah 3,1juta. Uang yang saya kumpulkan dengan menabung selama setahun, dan akan menjadi bekal liburan saya. Di hati saya terasa berat dan menyesakkan.. Saya sungguh tidak rela. Tapi apa daya, hal ini sudah terjadi. Apa lagi yang bisa saya lakukan?



Saat ini saya hanya bisa berusaha ikhlas. Menabung lagi.. Tampaknya niat saya menjadi perencana keuangan harus dipikirkan matang-matang. Bagaimana cara menghadapi resiko kehilangan seperti ini. Atau hal ini adalah teguran dari Allah? karena saya terkesan sangat mencintai uang? Ya, saya harus buktikan bahwa bukanlah uang yang mengontrol saya. Tapi saya yang mengontrol uang..


Random talk.. Just say it..

0 komentar:

about me...

Foto Saya
Indonesia
my story and my life. SHARE!!