08 Oktober 2017

Handkerchief - Classic Tissue

 
Ada yang pernah sadar gak sih sekarang betapa kita ketergantungan dengan tissue? Beberapa hari ini saya mulai memperhatikan ternyata banyak juga tissue yang saya pake di dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari makan, ke kamar mandi, atau ya cuma buat ambil-ambil snack gitu di kantor. Pasti saya ambil deh itu satu dua tissue. Bahkan terkadang saya memakai tissue hanya untuk bersih-bersih meja yang kurang penting.

Kalo itu semua ditotal-total, rasanya banyak juga ya yang saya habiskan. Padahal tissue itu kan terbuat dari pohon juga, which means, semakin banyak tissu yang kita gunakan, maka semakin banyak pohon yang ditebang. Waw... Padahal kemarin saya gembar gembor semangat mau reduce waste, ternyata dalam kehidupan kita sudah terbiasa untuk menggunakan produk sekali pakai dan langsung buang.

Oleh karena itu, kemarin saat lagi beli peralatan kerja di Muji, saya memutuskan untuk membeli sapu tangan. Harapan saya bahwa saputangan ini bisa digunakan sebagai pengganti tissue yang sehari-hari saya pakai. Mungkin tidak semua, tapi semoga ini bisa mengurangi. Terutama untuk penggunaan tissue habis dari kamar mandi, atau setelah wudhu. Biasanya setelah wudhu itu saya mengambil 2-3 lembar tissue untuk mengeringkan muka, tangan dan kaki. Nah, sekarang saya mau merubah kebiasaan itu dan menggantinya dengan sapu tangan.

Terkadang kita sering berfikir, apakah iya dengan perubahan-perubahan kecil ini bisa berkontribusi pada bumi? Memang ada efeknya?

Di saat seperti itu, mari kita berfikir sebaliknya. Jika setiap orang mulai melakukan perubahan kecil dan sederhana ini, maka secara jangka panjang dan masive pasti akan tercipta perubahan yang besar.

13 Juli 2017

Financial Planning : Menabung bagi karyawan baru

Setelah menjalani kehidupan sebagai karyawan selama kurang lebih 3 tahun, saya ingin memberikan tips bagi para karyawan baru, bagaimana sebaiknya kita mengelola keuangan kita. Bagaimanapun saya juga pernah berada pada posisi dimana rasanya senang banget punya uang sendiri. Nah, biasanya karena ngerasa punya uang, terutama pada saat gajian, saya akan belanja macam. Mulai dari pakaian, sepatu, parfum, skincare, jilbab, pokoknya apa yang keliatan bagus pada saat jalan2 ke Mal itu yang dibeli. Awalnya sih happy-happy ya, tapi lama-lama kok senep. Uang tabungan gak nambah-nambah, padahal udah kerja lumayan lama. Jadi biar pada gak salah, saya bantu sharing ya,

1. Pay your self first

Dari uang masuk pada saat gajian, pastikan bahwa kalian menyisihkan 10% - 30% dari uang gaji. Kalo saya ada reksadana yang akan motong uang gaji setiap tanggal 26, jadi saya gak ngerasa nabung, tau-tau udah pindah aja ke rekening sebelah. Ini berguna banget terutama buat orang yang malas kayak saya. Jadi tanpa effort pun udah nabung. Atau kalopun gak mau reksadana autodebet ke rekening tabungan, itu juga bisa. Intinya di awal gajian harus ada yang disisihkan buat nabung.

2. Bayar pengeluaran-pengeluaran pokok

Selanjutnya biasakan pada tanggal 25 atau habis gajian bayar segala pengeluaran. Mulai dari kosan, uang pulsa, zakat dan shadaqah, kirim uang ke orang tua. Apapun itu yang tiap bulan kamu lakukan. Jadi uang di akhir itu uang yang akan kamu gunakan untuk makan dan main2.

3. Tetap berhemat dan gak upgrade lifestyle

Meskipun status kini sudah menjadi karyawan, jangan langsung naikin gaya hidup dan hura-hura ya. Kalo bisa masih sengsara kayak jaman kuliah lah. Makan jangan di resto terus, makan di warteg, resto padang, atau masak sendiri biar lebih hemat. Kalo cuma deket, bisa jalan kaki, gak usah bawa mobil atau motor. Kalo mau belanja-belanja juga jangan yang mahal2. Jujur waktu saya pertama kali datang ke jakarta dari Yogya, saya ngerasa semua barang mahal. Nah, pergaulan di kantor itu membutuhkan gaya yang gak murah. Ada orang-orang yang "branded" sehingga bikin kita minder, gak mau kalah. Saran saya gak usah ikut kompetisi kayak gtu dan maksa. Kalo mau belanja barang branded boleh, tapi harus direncanakan. Misalnya nabung buat beli tas Kate Spade selama 4-6 bulan. Jadi gak asal beli. Biasanya sih kalo gak butuh-butuh banget, pada saat uang kekumpul, kamu akan ngerasa sayang buat ngeluarin uang itu. hehe..

4. Manfaatkan fasilitas perusahaan

Nah ini paling penting! Pastikan kamu tau apa aja fasilitas di perusahaan dan manfatkan. haha..
Contohnya nih, kalo di perusahaanku, makan siang itu gratis di kantin. Jadi kita gak perlu ngeluarin uang untuk makan siang. Ya, kadang-kadang bosen atau diajak teman makan di luar boleh aja. Tapi dari 5 hari kerja, kalo kamu bisa ngehemat 3 kali makan siang aja kan udah lumayan. Trus asuransi kesehatan, itu juga lumayan kalo bisa cover periksa gigi dan beli vitamin. Jadi akan mengurangi pengeluaran kamu. Pastikan untuk membaca dan memahami ya, apa aja yang bisa diklaim. Jadi kamu hemat deh.

Nah itu dia tips dari aku tentang bagaimana menabung yang lebih gampang saat masih jadi karyawan baru. Biasanya kita suka kalap karena ngerasa itu uang kita sendiri dan nyesel deh gak punya tabungan ( pengalaman sendiri ). Jadi semoga ini bisa membantu ya

Thanks

Fira

12 Juli 2017

July Focus : Continous improvement

It's been a long time since my post about being a better me.

For the last past 9 months after I back to head office, I feel that time flies. There are so many thing happen around me that I forgot about myself. Just a quick update, I move to another role by this month. By this happen, it means that I assigned to 3 channel role in one year. So far I have been learned about CCD in GT, MTI others, and Mom & Baby Shop channel. And the new role begin, I will manage Indomaret and E-commerce this time.

Move that aside, I learn a lot of things about myself. I get motivated easily, but at the times goes by, I can forget about it. As an example is my "minimalism lifestyle" that I am so excited about back then in 2015, and now I just realized that I need to get back on track.

The thing that I learn from my experienced is that I need to monitor myself so I am not losing focus. Rather than super dramatic changes, it will be easier for me to changes small thing but keep it for a month or so. This time I am gonna back on track, after evaluate what I have been through in the first semester of 2017.

Just quick recap of my 2017 revolution :
  1. Loving my self more. I need to accept what Allah give to me and feel grateful.
  2. Care for my self, workout, eat healthy, get enough rest
  3. Loving my family. Spend more time with them, spread happiness
  4. Loving my friends. I need to spend more time with my friends, make a beautiful memory, and be there in the best moment of their life.
  5. Loving my brain : English and Japanese? one book a month?
  6. Loving the Earth : Minimalism and Zero Waste
As July, I want to focus on small things that I can achieve everyday to reach my goals in 2017. So here is my focus this month :
  • Continuing a good habit from Ramadhan month : Dhuha and Sunnah Qobliyah & Ba'diyah
  • Sleep before 11 pm
  • Reduce complain to my parents, listen to them and just do what they want
  • Start blogging about minimalism lifestyle again to remind me about this lifestyle

Yes!! I think that is my July Focus

hope it can form a good habit, so I can keep increase my challenge every months

Ciao!!

Fira 

29 Mei 2017

Golden Ticket to Ramadhan

Alhamdulillah, tidak henti-hentinya kita harus bersyukur karena bisa dipertemukan lagi dengan bulan Ramadhan.

Pada awalnya saya sama sekali tidak merasa bahwa hal ini adalah hal yang berharga, hingga satu hari sebelum Ramadhan saya mendapat kabar bahwa saudara saya ada yang meninggal. Dan di hari pertama puasa, ada satu pekerja Mama saya yang meninggal karena pecahnya pembuluh darah di otak. Inalillahi, semua yang bernyawa akan kembali padaNya.

Jujur ketika saya mendengar semua itu, saya menjadi takut dan bersyukur. Takut karena menyadari bahwa kematian sangatlah dekat, dan tidak ada satupun yang mengetahui kapan kematian itu akan datang. Juga saya bersyukur karena masih diberikan oleh Allah kesempatan beribadah di bulan Ramadhan.

Lalu apa yang harus kita lakukan? Yang pertama tentu meluruskan niat, bahwa di bulan ini kita akan menggunakan waktu yang diberikan sebaik-baiknya. Bahwa di bulan ini kita harus bisa memperbanyak beribadah dan mengerjakan amal shaleh, juga mengurangi hal-hal yang kurang berguna.

Dalam waktu berfikir ini, saya pernah tiba-tiba tersentak, takut sekali. Karena tiba2 saya merasa "hidup". Ada yang pernah merasakannya juga? Terkadang kita merasa hidup ini adalah suatu kewajaran, rutinitas yang dijalani setiap hari, sehingga kita bisa bosan melakukannya. Namun kemarin saya merasa bahwa saya adalah sesuatu yang telah menjalani berbagai tahap kehidupan, dan suatu saat akan mati. Mati dalam bentuk jasad, dan akan dihidupkan kembali di akhir zaman. 

Lalu apa yang saya punya? bekal apa yang sudah saya siapkan untuk menghadapNya?
akankah saya tidak menyesal akan apa yang telah saya lakukan? menyia-nyiakan waktu yang sering saya dapatkan. Bagaimana jika saya masuk neraka?

Tiba-tiba berbagai pikiran berkecamuk dalam diri saya. Dan badan saya merinding. Saya takut sekali karena hal itu pasti akan terjadi.

Mungkin akan sulit bagi kita untuk mempercayainya, karena kita tidak bisa melihatnya. Beberapa hal terasa tidak masuk di akal, tidak sesuai dengan logika. Namun, apakah dalam agama kita semua harus diukur dengan logika? Karena jika memang seperti itu, maka kita pasti sudah gagal dalam Rukun Islam pertama, bahwa kita bersaksi tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah. Karena kita tidak melihatnya.

Oleh karena itu, keyakinan untuk mempercayai hal yang ghaib adalah sebuah kewajiban di dalam Islam. Begitu pula kewajiban akan kematian dan hari akhir, hari pembalasan dan tujuan akhir. Semua itu ghaib, semua itu tidak dapat diukur dengan logika dan akal terbatas manusia. Maka, bersyukurlah kita sebagai manusia. Masih diberi satu kesempatan lagi untuk bertemu dengan bulan Ramadhan.

Tulisan ini sekaligus gentle reminder untuk saya, agar memperbaiki diri, dengan menjadikan Ramadhan ini sebagai momentum untuk memulai. Memulai menjadi probadi yang lebih baik, dan harapannya bisa dilanjutkan di bulan-bulan selanjutnya. 

Perbanyak beribadah, mengisi waktu yang diberikan dengan hal-hal positif, berkontribusi dan bekerja juga salah satu bentuk ibadah. Dan puasa adalah sebuah ujian, yang mengajarakan kita untuk melawan hawa nafsu, musuh terbesar bagi manusia

19 April 2017

Family Trip! Bangkok - Siem Reap - Ho Chi Minh (Bangkok Edition)


I am back!!!
and with another story about travelling.

So, I had a trip with my Mom, brother and sister. We went to Bangkok, Siem Reap and Ho Chi Minh. A little bit crazy to go to 3 countries in the same time. But, Cambodia is my brothers bucket list. So we just think that we will go to all of that places at once.