29 Mei 2017

Golden Ticket to Ramadhan

Alhamdulillah, tidak henti-hentinya kita harus bersyukur karena bisa dipertemukan lagi dengan bulan Ramadhan.

Pada awalnya saya sama sekali tidak merasa bahwa hal ini adalah hal yang berharga, hingga satu hari sebelum Ramadhan saya mendapat kabar bahwa saudara saya ada yang meninggal. Dan di hari pertama puasa, ada satu pekerja Mama saya yang meninggal karena pecahnya pembuluh darah di otak. Inalillahi, semua yang bernyawa akan kembali padaNya.

Jujur ketika saya mendengar semua itu, saya menjadi takut dan bersyukur. Takut karena menyadari bahwa kematian sangatlah dekat, dan tidak ada satupun yang mengetahui kapan kematian itu akan datang. Juga saya bersyukur karena masih diberikan oleh Allah kesempatan beribadah di bulan Ramadhan.

Lalu apa yang harus kita lakukan? Yang pertama tentu meluruskan niat, bahwa di bulan ini kita akan menggunakan waktu yang diberikan sebaik-baiknya. Bahwa di bulan ini kita harus bisa memperbanyak beribadah dan mengerjakan amal shaleh, juga mengurangi hal-hal yang kurang berguna.

Dalam waktu berfikir ini, saya pernah tiba-tiba tersentak, takut sekali. Karena tiba2 saya merasa "hidup". Ada yang pernah merasakannya juga? Terkadang kita merasa hidup ini adalah suatu kewajaran, rutinitas yang dijalani setiap hari, sehingga kita bisa bosan melakukannya. Namun kemarin saya merasa bahwa saya adalah sesuatu yang telah menjalani berbagai tahap kehidupan, dan suatu saat akan mati. Mati dalam bentuk jasad, dan akan dihidupkan kembali di akhir zaman. 

Lalu apa yang saya punya? bekal apa yang sudah saya siapkan untuk menghadapNya?
akankah saya tidak menyesal akan apa yang telah saya lakukan? menyia-nyiakan waktu yang sering saya dapatkan. Bagaimana jika saya masuk neraka?

Tiba-tiba berbagai pikiran berkecamuk dalam diri saya. Dan badan saya merinding. Saya takut sekali karena hal itu pasti akan terjadi.

Mungkin akan sulit bagi kita untuk mempercayainya, karena kita tidak bisa melihatnya. Beberapa hal terasa tidak masuk di akal, tidak sesuai dengan logika. Namun, apakah dalam agama kita semua harus diukur dengan logika? Karena jika memang seperti itu, maka kita pasti sudah gagal dalam Rukun Islam pertama, bahwa kita bersaksi tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah. Karena kita tidak melihatnya.

Oleh karena itu, keyakinan untuk mempercayai hal yang ghaib adalah sebuah kewajiban di dalam Islam. Begitu pula kewajiban akan kematian dan hari akhir, hari pembalasan dan tujuan akhir. Semua itu ghaib, semua itu tidak dapat diukur dengan logika dan akal terbatas manusia. Maka, bersyukurlah kita sebagai manusia. Masih diberi satu kesempatan lagi untuk bertemu dengan bulan Ramadhan.

Tulisan ini sekaligus gentle reminder untuk saya, agar memperbaiki diri, dengan menjadikan Ramadhan ini sebagai momentum untuk memulai. Memulai menjadi probadi yang lebih baik, dan harapannya bisa dilanjutkan di bulan-bulan selanjutnya. 

Perbanyak beribadah, mengisi waktu yang diberikan dengan hal-hal positif, berkontribusi dan bekerja juga salah satu bentuk ibadah. Dan puasa adalah sebuah ujian, yang mengajarakan kita untuk melawan hawa nafsu, musuh terbesar bagi manusia

19 April 2017

Family Trip! Bangkok - Siem Reap - Ho Chi Minh (Bangkok Edition)


I am back!!!
and with another story about travelling.

So, I had a trip with my Mom, brother and sister. We went to Bangkok, Siem Reap and Ho Chi Minh. A little bit crazy to go to 3 countries in the same time. But, Cambodia is my brothers bucket list. So we just think that we will go to all of that places at once.

04 Januari 2017

2016 reflection and 2017 goals

Time flies fast..
I just think that many events happened to me during 2016.
I moved to Bandung, spend 9 months there and then I moved to Jakarta. Sometimes I feel that it was too much that I don't enjoy the moment. But, there are a lot of things that I grateful for, so I want to thank Allah for give me another year to overcome.


09 November 2016

Moving Again > Jakarta

I feel that is no longer a surprised.

I moved... again..

After 10 months in Surabaya, I already update in the blog that I moved to Bandung. Even with the same position, new area give another challenge and opportunity for me to learn something new. Honestly, I feel happy to live there and I am thinking to spend 1-2 years there.

But start on October, I moved to Head Office, Jakarta and assigned new job, as a assistant channel manager. I dont know why, but sometimes I think this company just go too fast. I mean, sometimes when I just settle down, making a routine and I am start to enjoy it, something changed. And it ruined everything.

I know that I am such a people who loves everything under control and goes as planned. So, this kind of thing makes me uncomfortable.

But, hey, it is life!! You can't always control it. Everything is happened for a reason. At least, I can live with my Dad and my brother again. You can't value it with money.

The hardest thing is adaptation and making a new habit. I am happy enough that I can catch up my job pretty easily. What takes my concern is the lifestyle in Jakarta. I must confessed that I am not a big fan of Jakarta, especially if you experienced living in Yogya, Surabaya and Bandung. They are so comfortable. In Bandung I feel that I have balancing my life.

Jakarta just so different. I don't know why but I feel so tired everyday. Time flies, going home at 7 or 8 is something common here. I am a morning person. I go to office at 7am, and nobody there. We just start to work at 9am. They feel comfortable to go home at 7pm or 8pm, while for me, I usually go home at 5pm. The struggle is real, especially when everybody in my department doing the same.

It doesnt show that much, but I think I am kind of stress. I need to make a new good habit to follow, make a new morning routine because I feel that I need workout to strengthen my immune. I also need to find a new hobby or activities to release my stress.

Hopefully in my next post I can explain what I am doing that works for me.

Love,
Fira

19 Juli 2016

Update!!! My 25 before 25

I lost from blogging for another months!

I am so sorry for this, but there are a lot of thing happened in my real life, so I forgot to update in my Blog. I have a new boss, it means that I need to adapt again and trying to figure out the way of working that fit with him.

I also admit that I lost my focus for the last two month, so in July, I think I need to review what happened for the half year of 2016 and make a plan for the rest of 2016.

There are several things that catch my attention in 2016:

  1. Minimalism
  2. Zero Waste lifestyle
  3. Veganism
  4. Bullet Journal
  5. Traveling
I learn  a lot of thing about this topic from YouTube and Pinterest. They have a several reading that fit my value and how to actually doing it. I will explore more and update in the blog what I thought about it and what is my plan to do it in my daily life.